Perjuangan UKM Seni dalam Menyelenggarakan AAC 6 di Lapangan Cindua Mato

oleh | Sep 4, 2025 | Opini | 0 Komentar

Penulis : Rika Rahmadani Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Perjalanan panjang UKM Seni dalam mengangkat acara AAC 6 di Lapangan Cindua Mato patut diapresiasi sebagai wujud nyata semangat mahasiswa dalam berkreasi dan mengharumkan nama kampus. Perjuangan ini tidaklah mudah. Ketua umum bersama ketua panitia menjadi garda terdepan yang mewakili UKM Seni untuk berkoordinasi dengan pihak kampus, mulai dari pengajuan izin kepada Rektor hingga berdialog dengan Wakil Rektor III. Proses tersebut memperlihatkan bagaimana mahasiswa mampu mengedepankan komunikasi, tanggung jawab, serta etika organisasi demi menyukseskan sebuah kegiatan besar.

Keberhasilan acara ini bukan hanya karena kerja keras internal panitia, tetapi juga karena dukungan dari pihak kampus yang semakin terbuka terhadap inisiatif mahasiswa. Kehadiran Wakil Rektor III pada H-1 menjelang acara merupakan simbol kepercayaan sekaligus motivasi besar bagi panitia. Hal ini menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa dan pimpinan universitas dalam mendukung kegiatan positif yang tidak hanya bermanfaat bagi internal kampus, tetapi juga memiliki daya tarik eksternal.

Acara AAC 6 bukan sekadar ajang seni, melainkan juga wadah promosi kampus kepada masyarakat luas. Melalui acara ini, publik dapat melihat kreativitas, kekompakan, dan kualitas mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, khususnya UKM Seni, dalam mengelola kegiatan berskala besar. Momentum ini seharusnya dijadikan sebagai pijakan awal agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang di tahun-tahun berikutnya dengan dukungan penuh dari semua pihak.

Dengan demikian, perjuangan UKM Seni dalam menyelenggarakan AAC 6 membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu menjadi penikmat ilmu, tetapi juga motor penggerak perubahan yang membawa nama baik kampus ke tengah masyarakat.