ICReSH 2025 Sukses Digelar,Hadirkan Pakar Internasional Bahas Agama dan Transformasi Digital

oleh | Nov 10, 2025 | Mahasiswa, Seputar FUAD

Batusangkar, 7 November 2025 – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar telah sukses menyelenggarakan The 4th International Conference on Religion and Social Humanities (ICReSH) 2025 pada 5-6 November lalu. Konferensi internasional bertema “Religion and Social Transformation in the Digital Era” ini tidak hanya berhasil menarik 110 presenter dan ratusan partisipan, tetapi juga menghadirkan deretan pembicara utama (invited speakers) berkelas dunia yang memperkaya diskusi akademik.

Event bergengsi ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. Dalam sambutannya, rektor menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengkritisi dan mengarahkan dampak digitalisasi terhadap kehidupan beragama. Sambutan dilanjutkan oleh Dekan FUAD, Dr. Wahidah Fitriana, S.Psi., M.A, dan Ketua Panitia pelaksana, Hardivizon, M.A. Dekan Wahidah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan koferensi internasional ini  dan atas besarnya antusiasme para akademisi atas event ini.

Hadirkan Pembicara Berkelas Dunia

Kualitas konferensi ini ditegaskan dengan kehadiran para ahli dari berbagai negara yang membawakan tema-tema strategis:

  • Assoc. Prof. Muhammad Ali, Ph.D (University of California, USA) membawakan topik “Islamic Moderation and Digital Qur’an: Reimagining Tafsir, Authority, and Ethics in the Age of AI”.
  • Dr. Zulfan Tadjoeddin (Associate Professor in Development Studies, Western Sydney University, Australia) menganalisis relasi agama dan kekuasaan dalam materi “Religious (Islamic) Populism: Between Genuine Grievances and Political Strategy”.
  • Dr. Bibi Jan Mohamed Ayyub (Founder of NOCP & BTCsanctuary) menyoroti aspek humanis dengan presentasi berjudul “The application of Islamic psychology to promote mental health among the senior citizens”.
  • Mufutau Olusola Bello, Ph.D (Ekiti State University, Nigeria) memberikan perspektif dari Afrika dengan topik “Nigerian Economy in the Throes of Politics and Religion”.
  • Assoc. Prof. Dr. Peu Ghosh (Hooghly Mohsin College, India) membawakan tema “Globalization and Mental Health: Religion of Humanity as the Art of Living”.

Antusiasme Tinggi dari Dalam dan Luar Negeri

Antusiasme dunia akademik terhadap tema yang diusung terlihat dari jumlah partisipan yang membludak. Konferensi ini dihadiri secara daring oleh 294 peserta dan luring oleh lebih dari 100 peserta. Sebanyak 110 presenter mempresentasikan hasil riset mereka yang dibagi ke dalam 10 parallel session room untuk memaksimalkan diskusi.

“ICReSH 2025 tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga ingin menghadirkan perspektif yang aplikatif dalam menjawab tantangan keagamaan dan sosial di era digital,” ujar Hardivizon, Ketua Panitia.

Tujuh Subtema Aktual

Konferensi ini menghadirkan tujuh subtema yang menggambarkan luasnya cakupan kajian, mulai dari Digitalisasi Kajian Al-Qur’an, Psikologi Agama, hingga Jurnalisme Islam dan Etika Digital. Beragam isu aktual dikaji mendalam, termasuk otoritas tafsir di dunia maya, fenomena Muslim influencer, serta tantangan ujaran kebencian dan disinformasi berbasis agama.

Wadah Kolaborasi Riset Internasional

Sebagai wadah akademik global, ICReSH 2025 bertujuan untuk mendorong kajian interdisipliner dan menghasilkan rekomendasi praktis untuk memperkuat moderasi beragama di era digital.

Karya ilmiah terpilih dari para peserta akan diterbitkan dalam jurnal mitra yang bereputasi, baik yang terakreditasi nasional maupun internasional, serta dalam prosiding konferensi yang dapat diakses di https://proceedings.uinmybatusangkar.ac.id/index.php/icresh.

Dengan menghadirkan pakar internasional dan ratusan akademisi lintas negara, ICReSH 2025 telah membuktikan diri sebagai ajang penting untuk memperkuat kolaborasi riset global. Konferensi ini diharapkan dapat mendorong kontribusi agama yang substantif dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkeadaban di tengah gempuran era digital.

TikTok YouTube Instagram Facebook