Batusangkar.FUAD – Program studi (Prodi) Jurnalistik Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar selenggarakan kegiatan visiting doctor 2024 dengan tema “Dilema Kemunculan AI dalam Praktik Jurnalisme”. Visiting doctor kali ini diadakan di Aula FUAD pada Selasa, 30 April 2024. Kegiatan visiting doctor Prodi Jurnalistik Islam menghadirkan narasumber yang istimewa yaitu Dr. Encep Dulwahab, S.Sos.,M.I.Kom Dosen, Pakar Jurnalistik, dan sekaligus Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Pada kegiatan ini, tidak hanya berbagi ilmu mengenai dilema AI dalam praktik jurnalistik saat ini, tetapi juga terdapat penandatanganan kerjasama antara Program Studi Jurnalistik Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Jati. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Ketua Program Studi Jurnalistik Islam Zafirah Quroatun ‘Uyun , S.I.Kom.,MA dan Dr. Encep Dulwahab, S.Sos.,M.I.Kom didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan FUAD Dr. Irman, M.Pd.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa jurnalistik islam dan beberapa mahasiswa selingkup FUAD Pemberian materi dari narsumber disambut antusias oleh peserta visiting doctor. Terlihat dari mahasiswa yang berebut untuk memberikan pertanyaan kepada narasumber. Tidak hanya itu dua peserta visiting doctor terbaik mendapatkan buku yang berjudul Wacana Intoleransi Keberagamaan di Media Komodifikasi dan Ideologi ditulis langsung oleh Dr. Encep Dulwahab, S.Sos.,M.I.Kom.
“Teknologi yang semakin berkembang membuat banyak pekerjaan tergantikan oleh robot. Tetapi AI bukanlah penghalang bagi jurnalis karena terdapat perbedaan antara AI dan manusia, AI tidak dapat membuat tulisan yang mempunyai rasa emosi di dalam nya berbeda dengan tulisan manusia yang mempunyai emosi dan rasa”. Ucap Encep dalam Visiting Doctor Jurnalistik Islam UIN Mahmud Yunus Bagtusangkar.
“Acara yang sangat bermanfaat dan memotifasi mahasiswa khususnya mahasiswa jurnalistik disisni, semoga aka nada banyak acara seperti ini di kampus”. Ucap Rafiqah mahasiswi Prodi Jurnalistik Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar.(NA/Jh)




