Dosen Ilmu Perpustakaan Gelar Kuliah Tamu di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Bahas Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam di Perpustakaan

oleh | Okt 3, 2024 | Seputar FUAD | 0 Komentar

Pada hari Rabu, 03 Oktober 2024, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar menggelar kuliah tamu dengan topik yang sangat relevan dan penting, yaitu “Disarter Prepearness Plan (Kesiapsiagaan) Menghadapi Bencana Alam di Perpustakaan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerjasama yang dibangun antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya strategi kesiapsiagaan bencana di perpustakaan dalam menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

Kuliah tamu ini dilaksanakan di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan dihadiri oleh mahasiswa dari kedua universitas, dosen, serta civitas akademika lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan dalam situasi darurat, serta bagaimana rencana kesiapsiagaan yang baik dapat membantu menjaga keberlanjutan layanan perpustakaan sekaligus melindungi koleksi-koleksi yang menjadi aset berharga.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh ketua prodi UIN Sunan Gunung Djati, Bapak Muhammad Riza, M.Hum, dan sekretaris prodi Bapak Amung Ahmad Syahir Muharram, M.Hum. Selanjutnya, kata sambutan juga berlanjut dari Wakil Dekan II Dr. Dadan Firdaus, M.Ag. Dalam kesempatan tersebut Wakil Dekan II, menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerjasama ini akan terus berlanjut baik dibidang penelitian maupun pengabdian. “Kuliah tamu ini memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya pelestarian informasi, mengingat prodi ilmu perpustakaan pada fakultas adab dan humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung baru berdiri” ujar Bapak Dadan Firdaus. Dilanjutkan dengan kegiatan penandatanganan kerjasama prodi IPII UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kuliah tamu ini menghadirkan dua narasumber yang sangat kompeten dan berpengalaman di bidangnya, yakni Sri Wahyuni, M.IP dan Rika Jufriazia Manita, M.IKom, keduanya adalah dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam sesi kuliah tamu tersebut, keduanya memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi para peserta terkait dengan strategi dan langkah-langkah yang perlu diambil oleh perpustakaan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, serta bencana non-alam yang dapat mengganggu operasional perpustakaan.

Sri Wahyuni, M.IP dalam pemaparannya mengingatkan para peserta tentang pentingnya memiliki Disaster Preparedness Plan (DPP) atau rencana kesiapsiagaan bencana yang komprehensif di setiap perpustakaan. Rencana ini, menurutnya, harus mencakup berbagai aspek mulai dari penilaian risiko terhadap bangunan dan koleksi, identifikasi potensi bahaya, serta langkah-langkah yang harus diambil untuk memitigasi dampak bencana tersebut. Sri Wahyuni juga mengungkapkan bahwa salah satu elemen penting dalam rencana kesiapsiagaan bencana adalah pelatihan rutin bagi staf perpustakaan, yang melibatkan simulasi dan latihan tanggap darurat, serta pemahaman tentang prosedur evakuasi dan penyelamatan koleksi.

“Pentingnya pengetahuan tentang Disaster Manajemen bagi mahasiswa sebagai calon pustakawan karena mereka merupakan penjaga informasi dan pengelola sumber daya informasi sehingga koleksi tersebut perlu untuk dilindungi dari ancamana kerusakan baik yang disebabkan oleh bencana maupun ulah manusia, tujuan pengetahuan manajemen bencana untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dan menjadi pustakwan profesional yang memahami pentingnya melindungi asset intelektual”. ujar Sri Wahyuni selaku dosen IPII UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Selain itu, Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kesiapsiagaan bencana di perpustakaan. Rika mengungkapkan bahwa di era digital ini, perpustakaan harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pemulihan dan pengelolaan koleksi yang terdampak bencana. Dengan adanya sistem informasi berbasis teknologi yang baik, pengelola perpustakaan dapat dengan mudah melacak koleksi yang ada, mendigitalisasi arsip penting, dan mempermudah pengembalian layanan perpustakaan setelah bencana.

Kegiatan ini diikuti dengan sesi diskusi yang sangat interaktif antara narasumber dan peserta kuliah tamu. Para mahasiswa dan peserta lainnya sangat antusias menyampaikan pertanyaan terkait berbagai aspek kesiapsiagaan bencana, serta tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan di Indonesia dalam menghadapi bencana alam. Beberapa pertanyaan yang muncul berkaitan dengan bagaimana langkah konkret yang dapat diambil oleh perpustakaan kecil yang memiliki sumber daya terbatas dalam menyusun rencana kesiapsiagaan, serta bagaimana memanfaatkan teknologi yang ada untuk memudahkan pengelolaan koleksi saat terjadi bencana.

Dalam diskusi tersebut, narasumber memberikan jawaban yang konstruktif, dengan memberikan contoh-contoh konkret dan studi kasus terkait dengan penerapan rencana kesiapsiagaan bencana di beberapa perpustakaan di Indonesia. Salah satunya adalah penerapan sistem cloud untuk menyimpan data koleksi perpustakaan secara digital, sehingga meskipun koleksi fisik rusak, data dan informasi tersebut tetap dapat dipulihkan dengan mudah.

Kerjasama antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui kegiatan kuliah tamu ini tidak hanya berhenti pada aspek berbagi pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan kolaborasi di berbagai bidang ilmu lainnya, terutama di bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pengelolaan perpustakaan yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk menghadapi ancaman bencana alam.

Kegiatan kuliah tamu ini diakhiri dengan harapan bahwa mahasiswa dan civitas akademika dari kedua universitas dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan akademik dan profesinya kelak. Dengan kesiapsiagaan yang baik, perpustakaan akan lebih mampu memberikan kontribusi positif dalam situasi darurat, serta menjadi lembaga yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Kolaborasi antara UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung diharapkan terus berlanjut, tidak hanya dalam bidang Ilmu Perpustakaan, tetapi juga dalam bidang lainnya, untuk bersama-sama memajukan pendidikan tinggi di Indonesia dan meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan di berbagai tingkat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bahwa perpustakaan di Indonesia dapat semakin siap dalam menghadapi bencana alam dan tetap berfungsi dengan baik sebagai pusat pengetahuan yang dapat diakses oleh masyarakat, kapan pun dibutuhkan. (IK/SW)

TikTok YouTube Instagram Facebook