Dosen Konsorsium Keilmuan Perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang terdiri dari Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom, Muhammad Fadhli, M.P, dan Dodi Nofri Yoliadi, M.Kom, melakukan pengabdian kepada masyarakat yang didampingi oleh Rasika Tantri Nurnita, dengan rujukan Bimbingan Pelestarian Koleksi Manuscript Istana Siak Sri Indrapura dan Display Arsip Kutab Kabupaten Siak Provinsi Riau pada hari Sabtu, 5 November 2022.
Penyampaian materi sesi I tentang Profil Istana Siak dan Display Arsip Kutab dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab.Siak oleh Andika A. Beliau menjelaskan bahwa “Istana Siak merupakan Kerajaan yang berdiri di Pulau Sumatera Siak Sri Indrapura, yang mana pada saat ini Istana Siak Sri Indrapura sudah berstatus sebagai Cagar Budaya yang ditetapkan pada tanggal 03 Maret 2004”.

Setelah dilakukan pembahasan dan diskusi terhadap materi atau topik diatas bersama Andika.A, selanjutnya menetapkan beberapa hal yang menjadi keputusan akhir dari musyawarah yaitu Istana Siak terdiri dari dua lantai dan berdenah segi empat silang, gaya arsitektur bangunan tampak menggabungkan gaya Arab, Melayu dan Eropa. Lantai satu, terdiri dari enam ruangan. Enam ruangan dilantai satu berfungsi sebagai ruang sidang dan ruangan untuk menerima tamu, serta penempatan arsip-arsip peninggalan kerajaan Sri Indrapura, seperti naskah kuno dan benda-benda bersejarah. Sementara di lantai dua terdiri dari sembilan ruangan, berfungsi sebagai tempat peristirahatan sultan dan tamu-tamu kerajaaan. Pada lantai dua ini juga terdapat arsip-arsip dan naskah kuno milik Sultan Kerajaan Siak.

Adapun display kutab Kabupaten Siak berada di lingkungan Istana Siak/ bersebelahan dengan Istana Siak. Pada display kutab siak mengelola dan menyimpan arsip serta benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Siak, seperti arsip pelantikan Sultan Siak, tarombu atau peta keberadaan Istana Siak serta kejadian atau perang yang terjadi semasa Istana Siak berdiri, terdapat juga surat-suarat perjanjian semasa keberadaan Istana Siak baik dalam bentuk tulisan kuno aaupun tulisan melayu, dinamakan juga dengan kitab gundu. Setelah diskusi terkait materi yang dibahas, Dosen Konsorsium Keilmuan Perpustakaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar melakukan foto bersama dengan beberapa orang pegawai Istana Siak Sri Indrapura dan Display Arsip Kutab Kabupaten Siak Provinsi Riau sebagai dokumentasi akhir.(ARF/RJM).




