Belajar menjadi Pustakawan, Mahasiswa IPII Studi Lapangan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar

oleh | Mei 23, 2023 | Seputar FUAD | 0 Komentar

Batusangkar.FIAD – Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar mengadakan Studi Lapangan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar pada hari Senin (22/5). Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari layanan perpustakaan, pengembangan koleksi dan preservasi koleksi yang ada di perpustakaan. Kegiatan ini diprakarsai oleh dua orang Dosen, yakni Sri Wahyuni M.IP. dan Rika Jufriazia Manita M.I.Kom. yang merupakan Dosen IPII serta melibatkan mahasiswa sebanyak 52 orang. 

Sri Wahyuni M.IP. mengungkapkan bahwa, “tujuan diadakan kegiatan studi lapangan ini agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana kegiatan pelestarian bahan pustaka secara langsung di perpustakaan dan mengetahui proses restorasi bahan pustaka, serta mengidentifikasi faktor-faktor kerusakan bahan pustaka, yang bertujuan menambah wawasan mahasiswa terkait dengan bagaiman cara melestarikan kandungan nilai informasi”.

Sebelum melakukan orientasi perpustakaan, pustakawan memberikan pengenalan dan pengarahan terkait jenis layanan, jumlah koleksi, kemudian memberikan gambaran umum kegiatan yang dilakukan perpustakaan dalam bidang pelestarian bahan Pustaka khususnya yang tercetak di Perpustakaan Umum Kabupaten Tanah Datar. Dari hasil pengamatan dan penjelasan dari salah satu staf pembinaan perpustakaan oleh Bapak Muhajirin, A.Md. menyatakan “Di Perpustakaan ini kegiatan preservasi dan restorasi koleksi di sini masih sederhana yakni segi perawatan dan pengawetan buku hanya kegiatan fumigasi, seperti peletakkan kapur barus di sela-sela rak dan penutupan rak dengan plastik yang mana kegiatan fumigasi ini hanya dilakukan sekali setahun, dan setelah kegiatan fumigasi ini selesai dilakukan perpustakaan belum bisa beroperasi selama seminggu untuk kegiatan biasanya.”

Selain itu, untuk menjaga koleksi dari kerusakan, dilakukan perbaikan koleksi yang sudah rusak yang di sebabkan beberapa faktor seperti faktor manusia, faktor biologi, banjir, dan faktor keasaman buku, biasanya di lakukan perbaikan penambalan buku, atau dilakukan penjahitan buku agar buku bisa dimanfaatkan kembali. Namun untuk koleksi yang sudah dimakan rayap atau warna buku yang sudah berubah itu biasanya di letakkan pada etalase khusus dan tidak di pinjamkan pada pemustaka. 

Adapun keberadaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar tidak lain adalah salah satu wujud penyebarluasan informasi kepada masyarakat di sekitrar melalui teknologi terhadap program terkait perpustakaan, dimana perpustakaan ini tidak hanya melayani untuk sumber bacaan pemustaka saja tetapi pelayanan dalam berbagai hal juga seperti layanan sirkulasi, tandon dan ruang baca anak dan masih banyak lagi jenis layanan yang ada disana. 

Dinas Perpustakaan Kota Tanah Datar baru berdiri sejak 21 januari 2021,dengan berbagai koleksi. Awalnya perpustakaan kota Tanah Datar ini berada di bukit kandung karna terjadi suatu hal maka di pindahkan. Di depan gedung perpustakaan sendiri di suguhi desain bangunan yang moderen. Di bagian kiri sebelum pintu masuk terdapat monument peresmian perpustakaan kota Tanah Datar yang di resmikan pada tahun 2021. Kemudian di bagian parkiran itu terdapat 2 unit mobil pelayanan perpustakaan keliling. 

Kemudian beberapa fasilitas yang ada di dalam gedung seperti pusat layanan atau administrasi perpustakaan teruntuk pengunjung berbentuk digital, tempat penitipan barang setiap pengunjung, ruang baca anak dimana anak-anak dengan berbagai macam mainan edukasi. Jadi, anak-anak tidak hanya edukasi lewat buku tetapi juga dapat melalui permainan edukasi sesuai dengan tuntutan perpustakaan modern saat ini yang mana melakukan pendekatan dengan buku sejak dini yang dikhususkan untuk anak usia dibawah lima tahun, ruang pengembangan koleksi.

Kemudian ruangan makan yang dikhususkan untuk pengunjung, agar tidak makan di dalam ruang baca, Selain itu di lantai dua ada rungan tandon dan juga koleksi lama yang berada di ruang etalase, sedangkan di lantai tiga ada aula yang bisa di pakai pada saat ada kegiatan di sana serta rooftop untuk bisa bersantai melihat pemandangan sekitaran kota dari atas.

Melalui kegiatan kunjungan tersebut para mahasiswa Prodi IPII diharapkan dapat meningkatkan inovasi dan kreatifitasnya untuk pengembangan layanan perpustakaan serta mampu mempraktekkan kegiatan preservasi & konservasi bahan pustaka dalam pelestarian nilai informasi yang ada di masa mendatang. Dan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan dalam industry kerja nantinya. (WS/QA/YN/JH)

TikTok YouTube Instagram Facebook