dari Australian National University
Batusangkar, Berita FUAD Online—Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah menghadirkan pengamat politik Indonesia Prof. Edward Aspinall dalam kuliah umum (general lecture) tentang kemunduran kualitas demokrasi Indonesia di tengah kemunduran global demokrasi, Selasa (12/11/2024). Kuliah ini dibuka oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Profesor Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., serta dihadiri Wakil Prof. Suswati Hendriani, M.Pd, Dekan FEBI Dr. Rizal, M.Ag, CRP, Wakil Dekan 1 Dr Fadriati, M.Ag, Wakil Dekan 2 FUAD Dr. Inong Satriadi, M.A., Kabag FUAD Ovel Rinel, M.Kom, Kaprodi KPI Riki Rikarno, M.Sn, dan Kaprodi PMI Iswadi, M.A.

Dalam sambutannya, Rektor Delmus menyatakan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya atas kehadiran narasumber Prof. Edward Aspinall. Rektor Delmus juga menekankan bahwa tujuan event ini bagi para mahasiswa bukan hanya untuk mendengarkan kuliah umum tapi juga untuk membangun jaringan universitas luar negeri. Ia berharap bila dirinya yang berasal dari pelosok Lintau dapat studi S2 dan S3 di Australia, para mahasiswa dapat menempuh studi lebih dari dirinya.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Aspinall menjelaskan pola baru kemunduran global demokrasi dan kemerotosan kualitas demokrasi Indonesia. Sebelumnya, pada tingkat global, demokrasi sering runtuh dikarenakan kudeta militer, namun belakangan kemunduran demokrasi sering disebabkan oleh pengambilalihan kekuasaan oleh petahana atau dominasi besar eksekutif atas lembaga-lembaga negara lainnya. Kemunduran demokrasi Indonesia juga mengikuti tren serupa, yaitu karena dominasi eksekutif. Hal ini dicirikan oleh melemahnya KPK, melemahnya oposisi, pendiktean MK oleh eksekutif, turunnya kepercayaan publik terhadap lembaga demokrasi seperti DPR dan partai politik, dan sebagainya. Sekalipun begitu, Prof Aspinall masih melihat prospek demokrasi Indonesia di masa depan, karena masih adanya kekuatan demokrasi di tengah masyarakat Indonesia, di samping karena harapan adanya kemungkinan perubahan tren demokrasi di tingkat global.




