9 Juli 2025. Batusangkar–UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar, Selasa (9/7/2025). Profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D bidang Politik Islam, Prof.Dr. Ardimen, S. Ag., M.Pd., Kons bidang Bimbingan dan Konseling, dan Prof.Dr.M.Haviz, M.S.i bidang Pendidikan Biologi. Semua bidang kepakaran dan topik orasi ilmiah ketiga profesor ini terkait integrasi sains dan agama.
Tercatat sebagai profesor pertama di Prodi Studi Pemikiran Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), Profesor Delmus membawakan orasi ilmiah berjudul Politik Islam di Persimpangan Jalan. Profesor Delmus yang sekaligus Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar ini menyoroti fenomena persimpangan atau ketegangan dalam perjalanan politik Islam pada era demokrasi elektoral Indonesia.

Di satu sisi, politik Islam sering dianggap gagal mengingat perolehan suara partai politik berasas Islam hanya berkisar 20-32 suara, dan tidak pernah menjadi partai politik pemenang. Kandidat presiden dengan atas nama agama dan dukungan Islam juga tidak dapat meraih kursi presiden. Misalnya Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 saat didukung dengan atas nama agama tidak menjadi pemenang, namun saat tidak didukung dengan atas identitas Islam ia justru meraih kursi presiden pada Pilpres 2024. Ini menunjukkan kegagalan bila menggunakan indikator kemenangan elektoral.
Namun, di sisi lain, politik Islam juga mencatat banyak kemenangan dan keberhasilan bila diukur dengan teori tujuan politik. Ini terlihat jelas dari banyaknya kebijakan dan produk undang-undang yang bersumber dari ajaran Islam, seperti regulasi pernikahan, zakat, penyelenggaraan haji, dan perbankan syariah.

Seiring dengan itu, Prof. Delmus juga menyoroti persimpangan politik Islam antara (kemenangan) elektoral dan dilema moral; antara formal dan substansial; identitas dan toleransi; serta antara ilmu dan gerakan.
Sementara itu, Profesor Ardimen membawakan orasi ilmiah berjudul Integrasi-Interkoneksi Spiritualitas dan Agama dalam Praktek Profesional Konseling: Konseling Islam Kaffah Suatu Keniscayaan. Ia menyatakan bahwa integrasi konseling dan Islam bukan hanya suatu pilihan melainkan keniscayaan, dan praktek konseling bukan hanya melibatkan teknik konseling tapi juga nilai Islam.

Selanjutnya, Prof. Haviz membawakan orasi ilmiah berjudul Inter-relasi dan Integrasi Agama, Sains dan Pendidikan dalam Pembelajaran Biologi. Ia menekankan bahwa nilai al-Quran merupakan pusat bagi pengembangan sains dan pendidikan. Al-Quran dapat menjadi kerangka dasar bagi kemajuan sains dan pendidikan.

Dalam sambutannya, Ketua Senat UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Dr. Syukri Iska, M.Ag menyatakan bahwa pengukuhan tiga profesor ini bukan saja menggenapkan UIN Mahmud Yunus kini memiliki sepuluh guru besar, tapi juga mengukuhkan visi integrasi ilmu kampus ini sebagai Kampus “Sains Islam Refleksi Surau Minangkabau”. [CR].
Video Profil Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D
Video Profil Prof.Dr. Ardimen, S. Ag., M.Pd., Kons
Video Profil Prof.Dr.M.Haviz, M.S.i




