Batusangkar, 27 November 2025–Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Zuldafri Darma, SH, melaksanakan kegiatan reses bersama civitas akademika di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Kamis (27/11/2025). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penjaringan aspirasi akademisi dan mahasiswa terkait pengembangan pendidikan, sosial keagamaan, serta pembangunan daerah.
Kehadiran H. Zuldafri Darma disambut langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., yang turut hadir memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Delmus menyampaikan apresiasinya atas komitmen legislatif dalam menyerap aspirasi dari lingkungan kampus.
“Kampus merupakan ruang tumbuhnya gagasan dan kritik konstruktif. Kehadiran anggota DPRD di lingkungan akademik seperti ini sangat penting untuk membuka dialog terkait kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan daerah,” ujar Prof. Delmus.

Rektor juga didampingi oleh Wakil Rektor III, Dr. Irman, S.Ag., M.Pd., serta Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Dr. Wahidah Fitriani, S.Psi., M.A. Mereka menyampaikan beberapa pokok aspirasi, mulai dari pengembangan fasilitas akademik, peningkatan kolaborasi kampus dengan pemerintah daerah, hingga penguatan program pembinaan mahasiswa.
Dalam pemaparan resesnya, H. Zuldafri Darma menegaskan komitmennya untuk menjadikan aspirasi civitas akademika sebagai masukan penting dalam penyusunan program legislasi dan penganggaran di tingkat provinsi.
“Masukan dari kampus sangat berharga, karena di sinilah lahir para pemikir dan calon pemimpin masa depan. Kami di DPRD terbuka untuk bekerja sama demi kemajuan dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” kata H. Zuldafri Darma.

Acara berlangsung dalam suasana dialogis. Para dosen dan mahasiswa turut menyampaikan pertanyaan serta gagasan, mulai dari isu pendidikan, pemberdayaan sosial, hingga peluang penguatan ekonomi lokal berbasis riset kampus.

Kegiatan reses di FUAD UIN Mahmud Yunus Batusangkar ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat [bur].




