Sumatera Barat , Beberapa waktu yang lalu Psikologi Peduli Sumatera Barat menggelar kegiatan pendampingan psikologis bagi masyarakat yang terdampak bencana galodo di wilayah Nagari Malalo. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 15 hingga 18 Desember 2025, dengan menyasar beberapa lokasi terdampak, yakni Dusun Baiang, Muaro Ambius, dan Duo Koto.
Kegiatan pendampingan ini merupakan kolaborasi antara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Sumatera Barat, Program Studi Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah FUAD UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta Program Studi Psikologi Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Bentuk layanan yang diberikan adalah Pendampingan Psikologis Awal (Psychological First Aid/PFA) sebagai upaya membantu pemulihan kondisi psikologis masyarakat pascabencana.

Ketua HIMPSI Sumatera Barat, Dr. Tuti Rahmi, S.Psi., M.Si., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan emosional awal, mengurangi dampak stres traumatis, serta membantu masyarakat agar dapat kembali berfungsi secara psikologis setelah mengalami bencana.
“Kondisi pascabencana seringkali tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga menyisakan luka psikologis. Melalui PFA, kami berupaya hadir, mendengarkan, dan memberikan penguatan agar masyarakat merasa lebih aman dan didukung,” ujarnya.
Tim pendamping terdiri dari para dosen dan praktisi psikologi, di antaranya dosen Psikologi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dani Yoselisa, M.Psi., Psikolog, serta Alfi Rahmadini, M.Psi., Psikolog dari Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Psikologi Islam angkatan 2022 yang turut berperan aktif dalam proses pendampingan di lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan berbagai aktivitas seperti asesmen awal kondisi psikologis warga, pendampingan individu dan kelompok, dukungan emosional untuk anak-anak dan orang dewasa, serta edukasi singkat terkait pengelolaan stres pascatrauma.
Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran tim Psikologi Peduli Sumatera Barat dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pemulihan pascabencana secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.








